Assalamu'alaikum

Selamat Datang di Blogspot Ummi Muftasiroh

Selasa, 23 April 2013

makalah



BAB II
PEMBAHASAN

A. Permasalahan di mi sukajadi
Sekolah mi sukajadi adalah sekolah mi yang terletak di desa sukajadi kecamatan pamarican, kabupaten ciamis, yang di kepala sekolahi oleh bapak Aip Syarif Hidayat, dengan guru pengajar 7 orang. Sekolah ini termasuk sekolah terbaik di desa sukajadi, selain fasilitasnya yang lumayan lengkap juga terdapat guru-guru yang sangat kreatif dan juga dekat dengan siswa-siswinya, tempat ini juga dekat dengan mushola, sehingga mengutamakan sholat berjama’ah,
Sekolah ini terdapat enam kelas, dari kelas satu sampai kelas enam, dan saya akan membahas permasalahan di kelas lima, yang di wali kelasi oleh seorang guru laki-laki yang bernama Bp. Muhammad Yasin, dan siswa yang bermasalah yaitu seorang anak  laki-laki, yang belum mampu membaca bahasa arab, tapi penulisannya dia cukup bisa, hanya membacanya saja yang belum mampu, menurut teman-temannya dia sedikit pendiam dan mudah  tersinggung, sehingga dia tidak terlalu akrab dengan teman-temannya, menurut teman-temannya juga dia anak yang lumayan baik.
B. Objeknya
 Setelah saya mewawancarai wali kelasnya,anak yang bermasalah tersebut bernama deswa, deswa seperti itu karena dua faktor, yaitu ekonomi dan faktor keluarga, deswa adalah salah satu anak yang menjadi korban perpisahan kedua orang tuannya,dia ikut dengan ibunya, tetapi ibunya malah bekerja ke arab saudi, sehingga sekarang dia tinggal dengan neneknya, dia pun terkanal suka membolos, dan juga pulang setengah hari.
Menurut teman-temannya deswa anak yang pendiam, dan mudah tersinggung,dia juga tak mudah bergaul, sehingga dengan membolos lah salah satu bentuk pembrontakan dia, padahal saat itulah dia sedang membutuhkan dukungan baik dari keluarga, guru, bahkan teman-teman sebayanya,
Menurut pendapat saya deswa sedang mengalami kekecewaan yang mendalam, karena kurangnya percilhatian dari kedua orang tuannya, walaupun dia tinggal dengan neneknya, akan tetap berbeda, dan sangat mempengaruhi kejiwaan anak tersebut, dan cara mendidiknya pun berbeda pula, karena nenek tersebut  memposisikannya sebagai nenek bukan sebagai ibu, neneknya juga sibuk dengan kegiatannya, sehingga dia tidak tau persis apa yang di kerjakan deswa, karena tidak mendapat pantauan yang ketat dari neneknya, jadi deswa merasa bebas
Deswa di tinggal ibu dan ayahnya sejak kelas dua sd, saat umurnya sembilan tahun deswa harus sudah mengalami hal ini, dan dia tidak mempunyai tempat untuk menikmati masa kecilnya, neneknya pun mempunyai kesibukan tersendiri, di tambah di sekolah yang kurang menyenangkan, dan pelajaran bahasa arab yang di pandangnya sebagai pelajaran yang menyeramkan.  

C.Cara guru tersebut mengatasinya
Dan cara mengatasi permasalahan tersebut, guru kelasnya memberikan pengajaran khusus untuknya yaitu membaca iQro, pengajaran iqro tersebut di laksanakan saat siswa-siswi yang lainnya sedang istirahat . Kurang lebih pelatihan tersebut di laksanakan empat kali dalam seminggu, dan menurut saya, cara bapak tersebut mengatasi masalah belajar anak tersebut sudah sangat bagus, dan cukup efisien bagi anak tersebut. Menurut informasi yang saya dapatkan, deswa tidak mengenyam pendidikan iqro sebelumnya, sehingga dia berbeda dengan siswa-siswi yang lainnya, yang sudah mampu membaca tulisan bahasa arab, mungkin karena faktor ekonomi atau yang lainnya, dia juga bukan anak yang rajin,dia malah menghindari mata pelajaran tersebut dengan membolos, apalagi saat dia kelas empat, dia lebih sering pulang setengah hari yaitu pada saat istirahat,
Setelah saya mewawancarai wali kelasnya, bahwa mengajar deswa butuh kesabaran, selain deswanya yang malas dia juga sulit menangkap pelajaran dengan cepat, tapi bapak tidak akan putus asa mengajar deswa sampai dia bisa, saya sangat kagum dengan kegigihan bapak yasin tesebut, apalagi bila pengajarannya dengan metode yang menyenangkan, hal itu bisa membantu deswa mengubah presepsi nya tentang pelajaran bahasa arab.
Menurut pedapat saya permasalahan deswa ini butuh perhatianyang cukup besar, tidak sedikit anak yang latar belakangnnya seperti deswa tersebut, perhatian dari orang terdekatlah seperti keluarga, dan juga teman sebayanya, pada saat seperti ini deswa membutuhkan dukungan moril dari teman-temannya, bukan dengan menjauhinya, akan membuat deswa tidak mempunyai tempat untuk mencurahkan perasaannya,dan walaupun orang tuanya sudah berpisah, mereka harus tetap memperhatikannya, apalagi masa-masa sekarang, di mana keluargalah yang sangat berperan dalam perkembangan psikisnya,
Inilah yang harus menjadi PR kita semua, jangan sampai generasi kita mempunyai permasalahan yang akan mengganggu perkembangan kejiwaanya, karena masalah ini sangat berpengaruh terhadap kepribadiannya nanti, jika tidak ditangani dengan tepat, anak tersebut akan kehilangan arah dan akan sulit mengarahkannya kembali.   

                                               
                                                           




















BAB I
PENDAHULUAN


A.Latar Belakang

Segala puji bagi  Allah yang memberikan kekuatan kepada kami untuk menyusun hasil laporan observasi kepada anak mi kelas lima, mi sukajadi adalah sekolah mi yang terletak di desa sukajadi, kecamatan pamarican, kabupaten ciamis, sekolah ini berbatasan dengan banjarsari dengan jumlah murid 26 (kelas lima, dan jumlah guru tujuh orang, dan di kepala sekolahi oleh Bp Aip syarif hidayat. Di sekolah tersebut terdapat permasalahan belajar, khususnya di kelas lima,  Penyusunan laporan  ini kami ajukan untuk memenuhi  salah satu tugas mata kuliah psikologi.

B. Rumusan Masalah
1. Apakah ada permasalahan di sekolah mi ?
2. Siapa siswa tersebut dan apa penyebabnya ?
3. Dan bagaimana cara mengatasi permasalahan tersebut ?
C. Tujuan Penulisan
            1. Untuk mengetahui apakah ada permasalahan di sekolah tersebut.
            2. Untuk mengetahui cara mengatasi permasalahan tersebut.
            3. Sebagaimenuhan tugas struktur mata pendidikan psikologi
D. Metode Penulisan
            Dalam pembuatan laporan ini kami mennggunakan metode observasi. Dimana kami langsung terjun kelapangan, dan menemui objeknya.

       
KATA PENGANTAR


Segalapujibagi  Allah yang memberikan kekuatan kepada kami untuk menyusun Laporan yang berjudul “LAPORAN PERMASALAHAN DI SEKOLAH”. Penyusunan laporan ini kami ajukan untuk memenuhi salah satu tugas matakuliah PSIKOLOGI. Penyusun mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan laporan ini. Penyusun menyadari bahwa dalam pembuatan laporan ini masih jauh dari kesempurnaan. Untuk itu penyusun meminta maaf apabila dalam pembuatan laporan ini masih banyak kesalahan dan penyusun meminta kepada para pembaca untuk memberik ritik dan sarannya.
Semoga laporan ini bermanfaat, khususnya bagi penyusun dan umumnya untuk para pembaca.



Ciamis, Januari 2013
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          penyusun










klasifikasi


KLASIFIKASI MAKHLUK HIDUP

A.      Hasil Penelitian
KLASIFIKASI HEWAN BERDASARKAN CIRI-CIRINYA
NO
NAMA HEWAN
CIRI HEWAN
Tulang Belakang
Homoiterm/
Poikiloterm
Cara Bernafas
Kaki
Segmen Tubuh
Jumlah Kaki
Jumlah Sayap
1
Semut
-
H
Trakea
  ü   
-
6
-
2
Undur-undur
-
H
Trakea
  ü   
   ü   
4
4
3
Nyamuk
-
H
Trakea
  ü   
   ü   
6
2
4
Ayam
-
H
Paru-paru
  ü   
-
2
2
5
Capung
-
H
Trakea
  ü   
   ü   
6
4
6
Kupu-kupu
-
H
Trakea
  ü   
   ü   
6
4
7
Cacing
-
H
Kulit
-
   ü   
-
-

DESKRIPSI
1.      Description: Capung Jarum 2 by ~fitrido on deviantARTCAPUNG




Capung merupakan serangga yang menarik, memiliki 4 sayap yang berselaput dan banyak sekali urat sayapnya. Bentuk kepala besar dengan mata yang besar pula. Antena berukuran pendek dan ramping. Capung ini memiliki toraks yang kuat dan kaki yang sempurna. Abdomen panjang dan ramping, tidak mempunyai ekor, tetapi memiliki berbagai bentuk umbai ekor yang telah berkembang dengan baik.
Mata capung sangat besar dan disebut mata majemuk, terdiri dari banyak mata kecil yang disebut ommatidium. Dengan mata ini capung mampu melihat ke segala arah dan dengan mudah dapat mencari mangsa atau meloloskan diri dari musuhnya, bahkan dapat mendeteksi gerakan yang jauhnya lebih dari 10 m dari tempatnya berada. Tubuh capung tidak berbulu dan biasanya berwarna-warni. Beberapa jenis capung ada yang mempunyai warna tubuh mengkilap(metalik).
Kedua pasang sayap capung berurat-urat. Para ahli capung dapat mengidentifikasi dan membedakan kelompok capung dengan melihat susunan urat-urat pada sayap. Masing-masing susunan urat memiliki nama tersendiri.
Kaki capung tidak terlalu kuat, oleh karena itu capung menggunakan kakiknya bukan untuk berjalan, melainkan untuk berdiri (hinggap) dan menangkap mangsanya. Kaki-kaki capung yang ramping itu juga dapat membentuk kurungan untuk membawa mangsanya. Capung biasa dapat menangkap mangsa dan memakannya sambil terbang, sedangkan capung jarum makan sewaktu hinggap.

Habitat Capung
Capung menghabiskan sebagian besar hidupnya sebagai nimfa yang sangat bergantung pada habitat perairan seperti sawah, sungai, danau, kolam atau rawa. Tidak ada satu jenis pun capung yang hidup di laut, namun ada beberapa jenis yang tahan terhadap tigkat kadar garam tertentu. Ada juga nimfa capung hutan tropis yang lembab hidup di darat.
Capung melakukan kegiatannya pada siang hari, saat matahari bersinar. Oleh karena itu, pada hari yang panas capung akan terbang sangat aktif dan sulit untuk didekati. Sedangkan pada dini hari atau di sore hari saat matahari tenggelam kadang-kadang capung lebih mudah didekati.
Bila diperhatikan, ada 2 macam capung dengan perbedaan ukuran yang sangat mencolok yaitu capung jarum dan capung biasa. Capung jarum (anak bangsa Zygoptera) ukuran tubuhnya kecil dan ramping seperti jarum. Pada waktu hinggap, sayap capung jarum terlipat / menutup diatas punggungnya. Sedangkan capung biasa (anak bangsa Anisoptera) tubuhnya lebih besar dan lebih kekar daripada capung jarum, dan umumnya dapat terbang lebih cepat. Sayap capung bisa terentang pada waktu hinggap. Capung biasa termasuk penerbang ulung karena kecepatan terbangnya yang tinggi, bahkan ada jenis yang dapat terbang mencapai 64 km / jam.
Daur Hidup capung
Daur hidup capung merupakan metamorfosis Ametabola. Nimfa capung terkenal sebagai pemangsa yang ganas, mempunyai bibir bawah yang dapat dijulurkan untuk menagkap mangsanya. Nimfa hidup di dalam air dan bernafas dengan insang. Dalam jangka waktu beberapa bulan hingga lima tahun, bergantung jenisnya, nimfa kemudian akan naik ke permukaan air dengan memanjat daun atau tumbuhan untuk kemudian melepaskan kulit dan menjadi capung dewasa.
Telur
Telur capung ada yang berbentuk panjang silindris dan ada pula yang bulat. Disudut telur terdapat satu atau beberapa lubang sangat kecil (micropyle) yang dapat dimasuki sperma sebelum telur diletakan oleh induknya. Perkembangan telur terjadi setelah telur diletakkan, dan larvanya mulai menetas dlam waktu 1-3 minggu. 
 Nimfa
Tahap perkembangan nimfa disebut juga instar. Instar nimfa terakhir disebut F-0 (atau F saja), satu tahap sebelum disebut F-1, dua tahap sebelumnya F-2, dst. Nimfa mungkin saja masa istirahat (diapause) yang menunda perkembangannya serta memastikan kemunculannya pada musim yang sesuai. Selama masa istirahat, nimfa akan mengurangi kegiatan makan, dan perkembangannya serta kegiatan nya jauh berkurang dari biasanya.

 Dewasa
Nimfa memerlukan waktu untuk menyusun kembali susunan tubuh serta perilakunya sebelum berubah menjadi capung dewasa. Satu atau dua hari sebelum menjadi bentuk dewasa, nimfa akan memilih tempat yang sesuai untuk kemunculannya. Sejenak sebelum kemunculannya, fungsi insang berhenti dan segera digantikan oleh lubang dubur.

Perilaku menarik dari capung

Kawin
Pada beberapa jenis, capung jantan yang siap kawin memiliki kebiasaan untuk menguasai suatu ‘wilayah’. Capung jantan umumnya berwarna cerah atau lebih mencolok daripada betina. Warna yang mencolok ini membantu menunjukan wilayahnya kepada jantan lain. Perkelahian diantara capung-capung jantan sering terjadi dalam memperebutkan wilayah masing-masing.
Bila ada seekor capung betina terbang mendekati salah satu wilayah, maka jantan penghuni akan mencoba mengawininya. Capung melakukan perkawinan sambil terbang, umumnya disekitar perairan ; dengan menggunakan umbai ekornya, capung jantan akan mencegnkeram bagian belakang kepala capung betina. Kemudian capung betina akan membengkokkan ujung perutnya menuju alat kelamin jantan - yang sebelumnya sudah terisi sel-sel sperma. Keadaan ini membentuk posisi yangf menarik seperti lingkaran yang disebut “roda perkawinan”. Setelah berhasil, sperma akan memasuki tubuh capung betina dan membasahi telur-telurnya.

Bertelur
Setelah kawin, capung betina siap untuk meletakan telur-telurnya dengan bernagai cara sesuai dengan jenisnya ; ada yang menyimpan di sela-sela batang tanaman air, ada pula yang menyelam ke dalam air untuk bertelur. Oleh sebab itu capung selalu ‘terikat’ dengan air, baik untuk meletakkan telur-telurnya maupun untuk kehidupan nimfanya.
Pada waktu capung betina meletakkan telur-telrnya, capung jantann melayang-layang diatasnya atau tetap menempel pada tubuh betina dalam posisi berboncengan atau “tandem”.

Berjemur
Capung mempunyai kebiasaan berjemur dibawah sinar matahari untuk menghangatkan tubuhnya dan menguatkan otot-otot sayapnya untuk terbang.
Bentuk capung yang anggun serta warna yang indah sering menjadikan capung sebagai sumber inspirasi bagi para seniman lukis, perancang mode, perhiasan, penulis lagu maupun puisi. Gerakan terbangnya yang cepat dan dinamis menjadi inspirasi bagi pada seniman seni tari. 
Pada zaman dahulu di Madagaskar, Indonesia dan Malaysia konon capung digunakan sebagai makanan perangsang, dan ada pula yang menggunakannya sebagai obat. Di beberapa daerah di Indonesia, terutama di pedesaan, capung tentara sering digunakan untuk menghentikan kebiasaan mengompol pada anak-anak. Capung yang masih hidup di letakkan di atas pusar anak hingga kaki capung menggelitik pusar anak tersebut. 
Lain lagi di Jepang.
Di negeri matahari terbit ini capung dilindungi dan tidak boleh dilukai atau di bunuh, sebab capung menurut kepercayaan orang jepang merupakan symbol kejayaan dan semangat serta penghubung jiwa orang yang sudah meninggal.
Selain itu capung ternyata bermanfaat langsung bagi manusia karena nimfa capung memakan berbagai jenis binatang air termasuk jentik nyamuk yang dapat menyebabkan penyakit malaria dan dmam berdarah. Di beberapa Negara-negara asia timur baru-baru ini teah terungkap bahwa capung dapat digunakan sebagai pembasmi efektif terhaap nyamuk penyebab penyakit.

2.        Description: Nyamuk Aedes | Dengue Patrol HananNYAMUK




Nyamuk adalah serangga tergolong dalam order Diptera; genera termasuk Anopheles, Culex, Psorophora, Ochlerotatus, Aedes, Sabethes, Wyeomyia, Culiseta, dan Haemagoggus untuk jumlah keseluruhan sekitar 35 genera yang merangkum 2700 spesies. Nyamuk mempunyai dua sayap bersisik, tubuh yang langsing, dan enam kaki panjang; antarspesies berbeda-beda tetapi jarang sekali melebihi 15 mm.
Dalam bahasa Inggris, nyamuk dikenal sebagai "Mosquito", berasal dari sebuah kata dalam bahasa Spanyol atau bahasa Portugis yang berarti lalat kecil. Penggunaan kata Mosquito bermula sejak tahun 1583. Di Britania Raya nyamuk dikenal sebagai gnats.
Pada nyamuk betina, bagian mulutnya membentuk probosis panjang untuk menembus kulit mamalia (atau dalam sebagian kasus burung atau juga reptilia dan amfibi untuk menghisap darah. Nyamuk betina memerlukan protein untuk pembentukan telur dan oleh karena diet nyamuk terdiri dari madu dan jus buah, yang tidak mengandung protein, kebanyakan nyamuk betina perlu menghisap darah untuk mendapatkan protein yang diperlukan. Nyamuk jantan berbeda dengan nyamuk betina, dengan bagian mulut yang tidak sesuai untuk menghisap darah. Agak rumit nyamuk betina dari satu genus, Toxorhynchites, tidak pernah menghisap darah. Larva nyamuk besar ini merupakan pemangsa jentik-jentik nyamuk yang lain. Nyamuk mengalami empat tahap dalam siklus hidup: telur, larva, pupa, dan dewasa. Tempo tiga peringkat pertama bergantung kepada spesies - dan suhu. Hanya nyamuk betina saja yang menyedot darah mangsanya. dan itu sama sekali tidak ada hubungannya dengan makan. Sebab, pada kenyataanya, baik jantan maupun betina makan cairan nektar bunga. sebab nyamuk betina memberi nutrisi pada telurnya. Telur-telur nyamuk membutuhkan protein yang terdapat dalam darah untuk berkembang.
Fase perkembangan nyamuk dari telur hingga menjadi nyamuk dewasa sangat menakjubkan. Telur nyamuk biasanya diletakkan pada daun lembap atau kolam yang kering. Pemilihan tempat ini dilakukan oleh induk nyamuk dengan menggunakan reseptor yang ada di bawah perutnya. Reseptor ini berfungsi sebagai sensor suhu dan kelembapan. Setelah tempat ditemukan, induk nyamuk mulai mengerami telurnya. Telur-telur itu panjangnya kurang dari 1 mm, disusun secara bergaris, baik dalam kelompok maupun satu persatu. Beberapa spesies nyamuk meletakkan telur-telurnya saling berdekatan membentuk suatu rakit yang bisa terdiri dari 300 telur.
Selesai itu, telur berada pada masa periode inkubasi (pengeraman). Pada periode ini, inkubasi sempurna terjadi pada musim dingin. Setelah itu larva mulai keluar dari telurnya semua dalam waktu yang hampir sama. Anak Nyamuk atau ENCU Sampai siklus pertumbuhan ini selesai secara keseluruhan. Larva nyamuk akan berubah kulitnya sebanyak 2 kali.
Selesai berganti kulit, nyamuk berada pada fase transisi. Fase ini dinamakan "fase pupa". Pada fase ini, nyamuk sangat rentan terhadap kebocoran pupa. Agar tetap bertahan, sebelum pupa siap untuk perubahan kulit yang terakhir kalinya, 2 pipa nyamuk muncul ke atas air. pipa itu digunakan untuk alat pernapasan.
Nyamuk dalam kepompong pupa yang cukup dewasa dan siap terbang dengan semua organnya seperti antenaa, belalai, kaki, dada, sayap, perut, dan mata besar yang menutupi sebagian besar kepalanya. lalu kepompong pupa disobek di atas. Tingkat ketika nyamuk yang telah lengkap muncul ini adalah tingkat yang paling membahayakan.
Nyamuk harus keluar dari air tanpa kontak langsung dengan air, sehingga hanya kakinya yang menyentuh permukaan air. Kecepatan ini sangatlah penting, meskipun angin tipis dapat menyebabkan kematiannya. Akhirnya, nyamuk tinggal landas untuk penerbangan perdananya setelah istirahat sekitar setengah jam.
Culex tarsalis bisa menyelesaikan siklus hidupnya dalam tempo 14 hari pada 20 °C dan hanya sepuluh hari pada suhu 25 °C. Sebagian spesies mempunyai siklus hidup sependek empat hari atau hingga satu bulan. Larva nyamuk dikenal sebagai jentik dan didapati di sembarang bekas berisi air. Jentik bernafas melalui saluran udara yang terdapat pada ujung ekor. Pupa biasanya seaktif larva, tetapi bernafas melalui tanduk thorakis yang terdapat pada gelung thorakis. Kebanyakan jentik memakan mikroorganisme, tetapi beberapa jentik adalah pemangsa bagi jentik spesies lain. Sebagian larva nyamuk seperti Wyeomia hidup dalam keadaan luar biasa. Jentik-jentik spesies ini hidup dalam air tergenang dalam tumbuhan epifit atau di dalam air tergenang dalam pohon periuk kera. Jentik-jentik spesies genus Deinocerites hidup di dalam sarang ketam sepanjang pesisir pantai.
3.        SEMUT
Description: http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRItpHdi9gelC_Ki7sun7LxR8b3igt67FawInM4W8lOAQopeQvTYA
Semut adalah serangga eusosial yang berasal dari keluarga Formisidae, dan semut termasuk dalam ordo Himenoptera bersama dengan lebah dan tawon. Semut terbagi atas lebih dari 12.000 kelompok, dengan perbandingan jumlah yang besar di kawasan tropis. Semut dikenal dengan koloni dan sarang-sarangnya yang teratur, yang terkadang terdiri dari ribuan semut per koloni. Jenis semut dibagi menjadi semut pekerja, semut pejantan, dan ratu semut. Satu koloni dapat menguasai dan memakai sebuah daerah luas untuk mendukung kegiatan mereka. Koloni semut kadangkala disebut superorganisme dikarenakan koloni-koloni mereka yang membentuk sebuah kesatuan.
Semut telah menguasai hampir seluruh bagian tanah di Bumi. Hanya di beberapa tempat seperti di Islandia,Greenland dan Hawaii, mereka tidak menguasai daerah tesebut. Di saat jumlah mereka bertambah, mereka dapat membnetuk sekitar 15 - 20% jumlah biomassa hewan-hewan besar.
Rayap, terkadang disebut semut putih, tidak memiliki hubungan yang erat dengan semut, walaupun mereka memiliki struktur sosial yang sama. Semut beludru, walaupun menyerupai semut besar, tapi mereka merupakan tawon betina yang tidak bersayap.
Meskipun ukuran tubuhnya yang relatif sangat kecil, semut adalah hewan terkuat kedua didunia. Semut jantan mampu menopang beban dengan berat lima puluh kali dari berat badannya sendiri, dapat dibandingkan dengan gajah yang hanya mampu menopang beban dengan berat dua kali dari berat badannya sendiri. Posisi pertama adalah Kumbang Badak dengan kemampuan menopang beban dengan berat 850 kali dari berat Tubuh semut terdiri atas tiga bagian, yaitu kepala, mesosoma (dada), dan metasoma (perut). Morfologi semut cukup jelas dibandingkan dengan serangga lain yang juga memiliki antena, kelenjar metapleural, dan bagian perut kedua yang berhubungan ke tangkai semut membentuk pinggang sempit (pedunkel) di antara mesosoma (bagian rongga dada dan daerah perut) dan metasoma (perut yang kurang abdominal segmen dalam petiole). Petiole yang dapat dibentuk oleh satu atau dua node (hanya yang kedua, atau yang kedua dan ketiga abdominal segmen ini bisa terwujud).
Tubuh semut, seperti serangga lainnya, memiliki eksoskeleton atau kerangka luar yang memberikan perlindungan dan juga sebagai tempat menempelnya otot, berbeda dengan kerangka manusia dan hewan bertulang belakang. Serangga tidak memiliki paru-paru, tetapi mereka memiliki lubang-lubang pernapasan di bagian dada bernama spirakel untuk sirkulasi udara dalam sistem respirasi mereka. Serangga juga tidak memiliki sistem peredaran darah tertutup. Sebagai gantinya, mereka memiliki saluran berbentuk panjang dan tipis di sepanjang bagian atas tubuhnya yang disebut "aorta punggung" yang fungsinya mirip dengan jantung. sistem saraf semut terdiri dari sebuah semacam otot saraf ventral yang berada di sepanjang tubuhnya, dengan beberapa buah ganglion dan cabang yang berhubungan dengan setiap bagian dalam tubuhnya.
Anatomi semut.
Pada kepala semut terdapat banyak organ sensor. Semut, layaknya serangga lainnya, memiliki mata majemuk yang terdiri dari kumpulan lensa mata yang lebih kecil dan tergabung untuk mendeteksi gerakan dengan sangat baik. Mereka juga punya tiga oselus di bagian puncak kepalanya untuk mendeteksi perubahan cahaya dan polarisasi. [8] Kebanyakan semut umumnya memiliki penglihatan yang buruk, bahkan beberapa jenis dari mereka buta. Namun, beberapa spesies semut, semisal semut bulldog Australia, memiliki penglihatan yang baik. Pada kepalanya juga terdapat sepasang antena yang membantu semut mendeteksi rangsangan kimiawi. Antena semut juga digunakan untuk berkomunikasi satu sama lain dan mendeteksi feromon yang dikeluarkan oleh semut lain. Selain itu, antena semut juga berguna sebagai alat peraba untuk mendeteksi segala sesuatu yang berada di depannya. Pada bagian depan kepala semut juga terdapat sepasang rahang atau mandibula yang digunakan untuk membawa makanan, memanipulasi objek, membangun sarang, dan untuk pertahanan. Pada beberapa spesies, di bagian dalam mulutnya terdapat semacam kantung kecil untuk menyimpan makanan untuk sementara waktu sebelum dipindahkan ke semut lain atau larvanya.
Di bagian dada semut terdapat tiga pasang kaki dan di ujung setiap kakinya terdapat semacam cakar kecil yang membantunya memanjat dan berpijak pada permukaan. Sebagian besar semut jantan dan betina calon ratu memiliki sayap. Namun, setelah kawin betina akan menanggalkan sayapnya dan menjadi ratu semut yang tidak bersayap. Semut pekerja dan prajurit tidak memiliki sayap.
Di bagian metasoma (perut) semut terdapat banyak organ dalam yang penting, termasuk organ reproduksi. Beberapa spesies semut juga memiliki sengat yang terhubung dengan semacam kelenjar beracun untuk melumpuhkan mangsa dan melindungi sarangnya. Spesies semut seperti Formica yessensis memiliki kelenjar penghasil asam semut yang bisa disemprotkan ke arah musuh untuk pertahanan.
4.        CACING
Description: Cacing merah (Lumbricus rubellus)
JENIS CACING TANAH
Ada sekitar 4500 spesies cacing di dunia, sekitar 2700 di antaranya adalah spesies cacing tanah. Ada dua tipe spesies cacing tanah berdasarkan perilaku hidupnya, yaitu earthmovers dan composters (pembuat kompos).
  • Earthmovers adalah spesies soliter (penyendiri) yang hidup di dalam tanah dengan membuat terowongan berongga di dalam tanah (rongga-rongga ini akan terisi udara dan oksigen yang baik untuk akar tanaman). Mereka hidup dari memakan bakteri, fungi, dan algae pada tanah dan memberikan nutrisi melalui kotoran mereka ke tanah pada level akar yang sangat dibutuhkan oleh tanaman.
  • Sedangkan Composters adalah spesies yang hidup secara massal dalam tumpukan organik di permukaan tanah. Mereka mengkonsumsi bakteri, fungi, dan algae yang ada pada dedaunan mati dan bahan organik lainnya dan mengubahnya menjadi humus.
Spesies cacing tanah yang biasa dikomersilkan antara lain Eisenia foetida, Lumbricus rubellus, Lumbricus hortensis, Lumbricus terristris, Eudrilus engeniae, Eisenia andrei, dan Perionyx excavatus. Cacing harimau (Eisenia foetida) dan cacing merah (Rubellus lumbricus) merupakan cacing tanah
Cacing merah (Lumbricus rubellus)
Cacing merah lebih memilih tinggal di atas permukaan tanah, di bawah kayu lapuk, dedaunan kering dan sampah organik lainnya.
ANATOMI CACING TANAH
Tubuh cacing tanah sebagian besar terdiri dari air dan tersusun atas segmen-segmen (sekitar 95 segmen) yang dapat menyusut dan meregang untuk membantu cacing bergerak di dalam tanah. Cacing tanah tidak memiliki tulang, gigi, mata, telinga atau kaki. Cacing tanah memiliki lima jantung.
Cacing tanah memiliki organ perasa yang sensitif terhadap cahaya dan sentuhan (reseptor sel) untuk membedakan perbedaan intensitas cahaya dan merasakan getaran di dalam tanah. Selain itu, mereka juga memiliki kemoreseptor khusus yang bereaksi terhadap rangsangan kimia. Organ-organ perasa pada cacing tanah terletak di bagian anterior (depan/muka).
Anatomi cacing tanah
Kepala cacing tanah terletak pada bagian yang paling dekat dengan clitellum. Mereka biasanya bergerak searah bagian kepala menghadap saat berpindah tempat.
Clitellum adalah segmen pada cacing tanah (mirip korset) tempat kelenjar sel. Fungsinya untuk membentuk kokon (kepompong) dari sekresi lendir dimana sel-sel telur akan diletakkan nantinya di dalam kokon ini. Selama periode kekeringan, beberapa spesies cacing tanah akan kehilangan ciri-ciri seksual sekunder untuk sementara, seperti hilangnya clitellum. Saat keadaan membaik, clitellum akan terbentuk kembali. Clitellum juga bisa menghilang pada usia tua.
Cacing tanah bernapas dengan kulit mereka yang tipis. Kulit cacing harus tetap lembab sepanjang waktu untuk memungkinkan untuk menghirup oksigen yang sangat dibutuhkan. Oksigen yang masuk lewat kulit akan diikat oleh hemoglobin dalam darah dan akan diedarkan ke seluruh tubuh. Jika kulit mereka mengering, cacing tanah akan mati lemas. Kulit cacing tanah sangat sensitif terhadap cahaya matahari langsung ataupun suhu panas yang dapat membuat kulit mereka kering.
Cacing tanah adalah hewan berdarah dingin (poikiloterm), mereka tidak mampu menghasilkan panas tubuh. Suhu tubuh mereka dipengaruhi oleh suhu lingkungan.

                      

5.      Description: http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/0/0b/Antlion1_by_Jonathan_Numer.jpg/150px-Antlion1_by_Jonathan_Numer.jpgUNDUR-UNDUR
Undur-undur adalah sebutan untuk kelompok serangga dari famili Myrmeleontidae (kadang-kadang salah dieja sebagai Myrmeleonidae). Di dunia ini diperkirakan ada sekitar 2.000 spesies undur-undur dan mereka tersebar di seluruh dunia, terutama di wilayah bersuhu hangat dan berpasir.
Nama "undur-undur" diberikan pada hewan ini karena kebiasaan larvanya berjalan mundur saat menggali sarang jebakan di tanah. Di daerah Barat, hewan ini dikenal dengan nama antlion (semut singa). Nama itu diberikan karena kebiasaan larvanya yang memburu semut secara ganas dengan cara menggali jebakan di dalam tanah sehingga dianggap sebagai "singanya para semut".
Klasifikasi
Undur-undur memiliki nama famili Myrmeleontidae yang berasal dari bahasa Yunani myrmex (semut) dan leon (singa) sehingga nama Myrmeleontidae secara harfiah bisa diartikan "semut singa". Famili Myrmeleontidae sendiri termasuk ke dalam ordo Neuroptera yang dalam bahasa Yunani bisa diartikan sebagai "sayap jala" atau "sayap berurat". Nama itu diberikan karena semua serangga dalam ordo ini memiliki dua pasang sayap transparan dan berurat.

Anatomi

Undur-undur memiliki penampilan yang sekilas mirip dengan capung karena sama-sama memiliki abdomennya panjang dan memiliki dua pasang sayap transparan berurat pada thoraxnya. Ia bisa dibedakan dengan capung dengan melihat antenanya yang panjang dan ujungnya sedikit melengkung, ukurannya yang rata-rata lebih kecil, dan matanya yang terletak di sisi kepala serta berukuran lebih kecil dibandingkan mata capung. Undur-undur juga tidak bisa terbang secepat dan selincah capung karena ia pada dasarnya merupakan penerbang lemah.
Undur-undur memiliki ukuran yang bervariasi. Jenis undur-undur terbesar di dunia diketahui berasal dari genus Palpares yang hidup di Afrika dan rentang sayapnya mencapai 16 cm. Spesies yang terkecil berasal dari wilayah Arabia dan rentang sayapnya hanya sekitar 2 cm. Mayoritas undur-undur sendiri umumnya berukuran antara 4-10 cm.

Daur hidup dan reproduksi

Sepasang undur-undur bersanggama.
Reproduksi terjadi tidak lama setelah undur-undur baru saja keluar dari kepompongnya. perkawinan dimulai ketika sepasang undur-undur jantan dan betina hinggap di pohon. Sepasang undur-undur itu lalu melakukan kopulasi dengan cara saling melekatkan ujung abdomennya. Kopulasi bisa berlangsung hingga dua jam lamanya. Undur-undur betina yang sudah dibuahi telurnya selanjutnya akan pergi mencari tempat untuk bertelur dan masih mungkin kembali ke tempat yang sama untuk kembali kawin.
Undur-undur mengalami metamorfosis sempurna: telur, larva, kepompong, dan dewasa. Perkembangan undur-undur dimulai ketika betina meletakkan telurnya di dalam tanah berpasir dengan cara mengetuk-ngetuk abdomennya ke dalam tanah dan mengeluarkan telur-telurnya di sana. Di dalam tangkapan, undur-undur betina bisa mengeluarkan telur hingga 20 butir sekali bertelur dan biasanya ia memilih pasir yang bersuhu hangat. Kadang-kadang, undur-undur betina yang sedang menaruh telur di atas pasir tertangkap oleh larva undur-undur lain yang kebetulan membuat jebakan yang berdekatan dengan tempatnya bertelur.[3]
Telur undur-undur akan menetas menjadi larva yang bertubuh gempal, pipih, berkaki enam, dan memiliki sepasang taring panjang di kepalanya. Mayoritas spesies larva undur-undur selanjutnya akan membuat jebakan di tanah dengan cara bergerak mundur memakai tubuhnya seperti mata bor dan mulai menggali dengan gerakan spiral hingga akhirnya membentuk sarang jebakannya yang berbentuk seperti corong (biasa disebut "liang undur-undur"). Pada sebagian spesies undur-undur semisal Dendroleon pantheormis, larvanya tidak membuat sarang jebakan, namun hanya bersembunyi di tempat-tempat tertentu lalu menerkam hewan kecil yang lewat di dekatnya. Hal yang unik pada larva undur-undur adalah mereka tidak memiliki anus sehingga ampas sisa-sisa metabolisme tubuhnya akan disimpan dan baru dikeluarkan ketika mereka sudah menjadi undur-undur dewasa.
Fase selanjutnya dalam pertumbuhan undur-undur adalah fase kepompong atau pupa. Kepompong mereka berupa kumpulan butiran pasir di sekitarnya yang disatukan dengan sutra dari kelenjar di abdomennya. Kepompong ini biasanya terkubur hingga beberapa sentimeter di dalam tanah. Pada fase kepompong terjadi perubahan bentuk di dalamnya dan setelah sekitar satu bulan, undur-undur dewasa akan keluar dan mulai menunggu sayapnya kering sebelum bisa terbang untuk mencari pasangan. Undur-undur dewasa rata-rata berusia antara 20-25 hari, sementara sebagian dari mereka juga diketahui bisa hidup hingga usia 45 hari.

Perilaku

Undur-undur dewasa jarang terlihat di alam liar karena ia baru aktif keluar di sore hari dan bisa terlihat menggerombol di malam hari saat sedang mencari pasangan kawin.[3] Mereka juga kadang-kadang dianggap sebagai gangguan bagi manusia karena jika hinggap pada seseorang, mereka bisa memberikan gigitan yang cukup menyakitkan walaupun tidak sampai membahayakan.

Makanan

Larva undur-undur terkenal sebagai pemangsa yang ganas karena ia memakan hampir segala jenis Arthropoda kecil, terutama semut. Ia berburu secara pasif dengan cara membuat sarang jebakan berbentuk corong, lalu bersembunyi di tengahnya sambil menunggu ada mangsa yang terperosok masuk. Bila ada mangsa terjebak masuk ke dalam perangkapnya namun masih bisa bergerak naik, larva undur-undur akan melempari mangsanya dengan butiran pasir agar tergelincir. Larva undur-undur mengetahui kehadiran korbannya dengan cara merasakan getaran dari gerakan korbannya. Larva undur-undur juga memiliki sepasang rahang tajam dan di ujungnya terdapat lubang untuk menyuntikkan racun ke dalam tubuh mangsanya untuk membunuhnya, lalu mulai menghisap cairan tubuhnya.
Makanan undur-undur dewasa lebih bervariasi. Sebagian spesies hidup dengan memakan nektar dari bunga, sementara beberapa spesies lainnya hidup dengan memakan Arthropoda kecil seperti halnya larva undur-undur.
6.        Description: http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcStTRtgr9TrTJK_4RC_pPqMvJGZBfOtsHg9MZn6egLq52AKBdRWKUPU-KUPU
                              


Kupu-kupu dan ngengat (rama-rama) merupakan serangga yang tergolong ke dalam ordo Lepidoptera, atau 'serangga bersayap sisik' (lepis, sisik dan pteron, sayap). Secara sederhana, kupu-kupu dibedakan dari ngengat alias kupu-kupu malam berdasarkan waktu aktifnya dan ciri-ciri fisiknya. Kupu-kupu umumnya aktif di waktu siang (diurnal), sedangkan ngengat kebanyakan aktif di waktu malam (nocturnal). Kupu-kupu beristirahat atau hinggap dengan menegakkan sayapnya, ngengat hinggap dengan membentangkan sayapnya. Kupu-kupu biasanya memiliki warna yang indah cemerlang, ngengat cenderung gelap, kusam atau kelabu. Meski demikian, perbedaan-perbedaan ini selalu ada perkecualiannya, sehingga secara ilmiah tidak dapat dijadikan pegangan yang pasti. (van Mastrigt dan Rosariyanto, 2005).
Kupu-kupu dan ngengat amat banyak jenisnya, di Pulau Jawa dan Pulau Bali saja tercatat lebih dari 600 spesies kupu-kupu. Jenis ngengatnya sejauh ini belum pernah dibuatkan daftar lengkapnya, akan tetapi diduga ada ratusan jenis (Whitten dkk., 1999). Kupu-kupu pun menjadi salah satu dari sedikit jenis serangga yang tidak berbahaya bagi manusia.

Siklus hidup

Banyak yang percaya bahwa kupu-kupu memiliki umur yang sangat singkat. Sebenarnya, kupu-kupu dewasa mampu hidup selama seminggu maupun hampir setahun tergantung pada spesiesnya. Kebanyakan spesies melalui tingkat larva yang agak lama, dan ada yang mampu menjadi dorman ketika dalam tingkat pupa atau telur agar dapat mengarungi musim dingin.
Kupu-kupu bisa bertelur sekali atau banyak kali setiap tahun. Jumlah keturunan setahun berbeda pada pengaruh iklim, yang mana kupu-kupu yang tinggal di daerah tropis mampu bertelur lebih sekali dalam setahun.

Telur

Telur kupu-kupu Ariadne merione
Telur kupu-kupu dilindungi oleh kulit berabung keras yang disebut khorion ditutupi dengan lapisan anti lilin yang melindungi telur dari terjemur sebelum larva sempat berkembang sepenuhnya. Setiap telur memiliki pori-pori berbentuk corong yang halus di satu ujungnya, yaitu mikropil yang bertujuan memungkinkan masuknya sperma untuk bergabung dengan sel telur. Lain spesies lain ukuran telurnya, namun semua telur kupu-kupu berbentuk bola maupun ovat.
Telur kupu-kupu dilekatkan pada daun dengan bahan perekat khusus yang cepat mengeras. Bila mengeras, bahan itu berkontraksi dan membengkokkan bentuk telur. Perekat ini mudah dilihat membentuk bahan meniskus yang mengelilingi tapak setiap telur. Perekat ini jugalah yang diproduksi oleh pupa untuk mengikat seta-seta kremaster. Perekat ini sungguh keras sampai lapik sutra yang melekatkan seta-seta tidak bisa dipisahkan.
Telur kupu-kupu selalu diletakkan pada tumbuhan. Setiap spesies kupu-kupu memiliki rentang tumbuhan perumah yang sendiri, baik yang hanya satu spesies maupun berbagai spesies. Tingkat telur dilalui selama beberapa minggu untuk kebanyakan kupu-kupu, tetapi telur yang keluar tidak lama sebelum musim dingin, terutama di daerah beriklim sedang, harus melalui tingkat diapaus (istirahat) dan hanya menetas di musim semi. Ada spesies kupu-kupu yang lain yang bisa bertelur pada musim semi agar telur dapat menetas pada musim panas.

Ulat

Larva kupu-kupu, yaitu ulat, memakan daun tumbuhan dan menghabiskan seluruh waktunya sebagai beluncas untuk mencari makanan. Kebanyakan beluncas adalah maun, tetapi ada beberapa spesies seperti Spalgis epius dan Liphyra brassolis yang memakan serangga.
Beberapa larva, terutama yang tergolong dalam Lycaenidae, menjalin hubungan yang saling menguntungkan dengan semut. Beluncas berhubungan dengan semut dengan menggunakan getaran yang dipancarkan melalui substrat di samping merembeskan sinyal kimia. Semut sedikit banyak melindungi larva ini; sebagai balasan, larva menolong semut mengumpulkan rembesan madu.
Beluncas membesar melalui serantaian tingkat yang disebut instar. Menjelang akhir setiap instar, larva menjalani proses yang disebut apolisis, yang mana kulit ari, yaitu lapisan luar keras yang terbuat dari campuran kitin dan protein-protein khusus, dikeluarkan dari epidermis yang lembut di bawahnya, maka epidermis membentuk kulit ari yang baru di bawah. Di akhir setiap instar, larva itu bersalin kulit lamanya, maka kulit baru berkembang lalu mengeras dan menghasilkan pigmen dengan cepat. Proses menyalin kulit ini bisa memakan waktu berhari-hari. Corak kepak kupu-kupu mulai berkembang pada tubuh beluncas menjelang instar yang terakhir.
Ulat kupu-kupu memiliki tiga pasang kaki tetap pada segmen toraks dan tidak lebih enam pasang prokaki yang tumbuh pada segmen abdomen. Pada prokaki ini ada gegelang kait halus yaitu krusye yang membantu beluncas menggenggam substrat.
Beberapa ulat bisa menggembungkan sesebahagian kepalanya supaya mirip ular sebagai langkah pertahanan. Ada juga yang dilengkapi dengan mata palsu agar lebih efisien. Beberapa beluncas memiliki struktur khusus bergelar osmeterium yang dibokongkan untuk merembeskan bahan kimia yang busuk pada tujuan pertahanan juga.

Kebiasaan dan Makanan

Banyak orang yang menyukai kupu-kupu yang indah, akan tetapi sebaliknya jarang orang yang tidak merasa jijik pada ulat, padahal keduanya adalah makhluk yang sama. Semua jenis kupu-kupu dan ngengat melalui tahap-tahap hidup sebagai telur, ulat, kepompong, dan akhirnya bermetamorfosa menjadi kupu-kupu atau ngengat.
Kupu-kupu umumnya hidup dengan mengisap madu bunga (nektar/ sari kembang). Akan tetapi beberapa jenisnya menyukai cairan yang diisap dari buah-buahan yang jatuh di tanah dan membusuk, daging bangkai, kotoran burung, dan tanah basah.
7.        AYAM
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjCsXNCyYesdt_rBxXofKe5Q1Tn5ETl2N_kuqdfHrVJNslkIuP7Xp3O0EbXIRtMjLbrX-JOBCgX1HUvCEwPC_3ioYryF03z7moYIR5SGQjQsKJHKcfZ5dIAKKLYjyaNANRZAfiIY9Ys3ULF/s1600/jAGOAN+urutan+1.jpg
Deskripsi Ayam (Gallus gallus domesticus)
Ayam termasuk kelas aves, tubuh terbagi atas paruh, kepala, leher, badan, sayap, tungkai, dan ekor. Morfologi ayam meliputi bentuk conus, dimana paruh pendek, lebih pendek daripada kepala. Bentuk sayap panjang karena ukuran dari pengkolan kedua sampai ke ujung lebih panjang daripada badan. Tipe bulu adalah bulu lengkap, yaitu terdiri dari batang bulu dan lembaran bulu pendek. Tarsus metatarsus merupakan tipe scutellata. Jari terangkat, yaitu halluxnya melekat pada bagian yang lebih tinggi diatas perlekatan jari-jari yang lain. Cakar tipe obtuse, cakar agak melngkung dengan ujung tumpul. Kaki termasuk tipe berjalan, yaitu halluxnya terangkat sehingga kedudukannya lebih tinggi dari jari-jari yang lain. Ekor bulat, yaitu bulu tengah lebih panjang dan semakin ke tepi berangsur pendek.